Tampilkan postingan dengan label bahan pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahan pelajaran. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 November 2010

Tanda kelas pada kapal

Setiap kapal yang diklasifikasikan ke BKI memiliki notasi kelas yang tercantum dalam sertifikat kelas.
Penetapan tanda kelas tergantung pada pembuktian terpenuhinya peraturan konstruksi BKI yang berlaku pada tanggal permohonan.
BKI berhak menambahkan tanda khusus dalam sertifikat kelas.
Dalam jangkauan klasifikasi, ciri-ciri lambung, mesin dan perlengkapan jangkar ditunjukkan dalam tanda kelas dan notasi yang dibubuhkan pada tanda kelas.

Penetapan tanda kelas
Contoh penetapan tanda kelas yang lengkap untuk lambung, mesin, perlengkapan jangkar dan instalasi pendingin adalah sebagai berikut :
  Tanda Kelas Notasi
Lambung + A100 Oil Tanker
Mesin + SM OT
Instalasi Pendingin SMP  

Tanda Kelas
Tanda kelas lambung dilambangkan dengan kode sebagai berikut :
[Kode Penerimaan] [Persyaratan Lambung] [Perlengkapan Tambat]
Kode Penerimaan terbagi dalam :
  berarti kapal lambung dibangun dibawah pengawasan dan sesuai dengan peraturan klasifikasi selain BKI yang diakui
  berarti Lambung dibangun dibawah pengawasan dan sesuai dengan peraturan konstruksi BKI, dari bahan yang telah diuji oleh BKI sesuai dengan peraturan.
  berarti selain dua hal tersebut diatas.
berarti kapal yang dilengkapi dengan perhitungan daya apung cadangan dari setiap kompartemen atau kelompok kompartemen.

Persyaratan Lambung terbagi dalam :
berarti lambung kapal seluruhnya sesuai dengan persyaratan peraturan konstruksi BKI atau peraturan lain yang dianggap setara
berarti lambung kapal tidak sepenuhnya sesuai atau sudah tidak lagi sepenuhnya memenuhi persyaratan peraturan konstruksi BKI namun kelas teteap dapat dipertahankan untuk periode yang diperpendek dan atau dengan interval survey yang lebih pendek

Perlengkapan Tambat terbagi dalam
berarti kapal yang perlengkapan jangkarnya yaitu jangkar, rantai jangkar dan mesin jangkar sepenuhnya memenuhi persyaratan peraturan konstruksi BKI.
berarti kapal yang perlengkapan jangkarnya tidak sepenuhnya atau tidak lagi sepenuhnya memnuhi persyaratan peraturan konstruksi BKI, akan tetapi fungsi keselamatan dan kondisi laik-laut dalam pemakaian terpenuhi.
atau untuk kapal ikan
untuk kapal pelayaran khusus (contoh : Kapal Kecepatan Tinggi)
berarti kapal tidak mempunyai perlengkapan jangkar. contoh : pontoon.

Tanda kelas mesin dilambangkan dengan kode sebagai berikut :
[Kode Penerimaan] [Persyaratan Mesin]
Kode penerimaan mesin sama dengan kode penerimaan lambung
Persyaratan Mesin terbagi dalam :
berarti instalasi mesin dan semua instalasi yang tercakup oleh klasifikasi memenuhi persyaratan peraturan konstruksi BKI atau peraturan lainnya yang dianggap setara.
berarti instalasi mesin untuk kapal tanpa penggerak sendiri dan alat apung memenuhi persyaratan peraturan konstruksi BKI atau peraturan lainnya yang dianggap setara.
berarti instalasi mesin tidak sepenuhnya memenuhi atau tidak lagi sepenuhnya memenuhi persyaratan peraturan konstruksi BKI akan tetapi fungsi keselamatan dan kelaikan di laut terjamin dalam pemakaian.
berarti instalasi mesin untuk kapal tanpa penggerak sendiri dan alat apung tidak sepenuhnya memenuhi atau tidak lagi sepenuhnya memenuhi persyaratan peraturan konstruksi BKI akan tetapi fungsi keselamatan dan kelaikan di laut terjamin dalam pemakaian.

Tanda kelas instalasi pendingin terbagi dalam :
Kapal barang berarti instalasi pendingin muatan baik yang menyangkut lambungmaupun mesin sepenuhnya memenuhi persyaratan peraturan untuk instalasi pendingin.
berarti instalasi pendingin muatan tidak sepenuhnya atau tidak lagi seluruhnya memenuhi persyaratan peraturan konstruksi BKI, akan tetapi fungsi keselamatan dan kondisi laik-laut dalam pemakaian terpenuhi.
Kapal ikan berarti baik untuk hal yang berkenaan dengan lambung maupun mesin, instalasi pendingin muatan kapal ikan sepenuhnya sesuai dengan persyaratan peraturan konstruksi BKI
berarti instalasi pendingin muatan dari kapal ikan tidak sepenuhnya atau tidak lagi seluruhnya memenuhi persyaratan peraturan konstruksi BKI, akan tetapi fungsi keselamatan dan kondisi laik-laut dalam pemakaian terpenuhi.

Notasi
Notasi merupakan tambahan pada tanda kelas yang dicantumkan didalam sertifikat lambung maupun mesin.
Notasi tambahan lambung bisa berupa salah satu atau lebih dari notasi-notasi berikut :
Daerah pelayaran
  Samudera Daerah pelayaran ini untuk pelayaran samudera bebas tanpa batas.
P Samudera Terbatas Daerah pelayaran ini secara umum, adalah pelayaran sanudera terbatas, dengan syarat jarak terdekat ke pelabuhan perlindungan dan jarak dari pantai tidak melebihi 200 mil laut, atau pelayaran di perairan Asia Tenggara, Laut Tengah, Laut Hitam, Laut Karibia dan laut lain yang sama kondisinya.
L Lokal Daerah pelayaran ini secara umum adalah pelayaran sepanjang pantai, dengan syarat jarak terdekat ke pelabuhan perlindungan danjarak dari pantai tidak melebihi 50 mil laut, serta untuk pelayaran dalam laut tertutup, seperti perairan Kepulauan Riau dan perairan lain yang sama kondisinya.
T Tenang Daerah pelayaran ini terbatas pada perairan tenang, teluk, pelabuhan atau perairan yang sama dimana tidak terdapat ombak yang besar.
D Pedalaman Daerah pelayaran ini berlaku untuk kapal yang hanya digunakan di perairan pedalaman

Jenis Kapal : seperti "Oil Tanker", "General Cargo", "Bulk Carrier", "Passengger Ship", dll

Material :
  Steel
HTS High Tensile Steel
AL Aluminium
FRP Fiber Reinforced
K Kayu

Notasi tambahan mesin bisa berupa salah satu atau lebih dari notasi-notasi berikut :
Otomasi :
OT Instalasi mesin dilengkapi dengan perlengkapan untuk kamar mesin yang tidak dijaga, sehingga tidak diperlukan pengoperasian dan/atau perawatan untuk periode paling kurang 24 jam.
OT-nh Waktu tanpa penjagaan di kamar mesin dan tanpa perawatan peralatan kurang dari 24 jam dengan tanda nh menunjukkan bahwa kamar mesin boleh tanpa penjagaan selama n jam.
OT-S Instalasi mesin dioperasikan dengan kehadiran tetap di ruang kendali mesin (kendali terpusat) dan dilengkapi dengan sistem kendali jarak jauh dari anjungan untuk mesin penggerak utama atau pengaturan untuk olah gerak dari ruang kendali mesin.
 
sumber: BKI indonesia


BelajarKapal.blogspot.com
READ MORE - Tanda kelas pada kapal

Kamis, 28 Oktober 2010

Cara Mudah Mengcompile dan mengedit Program Fortran dengan PLATO IDE

Pemprogram komputer merupakan salah satu mata kuliah wajib di jurusan saya (Tekpal ITS) dan dan mata kuliah tersebut yang dibahas merupakan bahasa pemprograman fortran. Fotran sendiri merupakan salah satu bahasa pemprograman tingkat tinggi (high level language).
Untuk mengcompile file fortran (.f95) banyak cara bisa digunakan, termasuk cara manual menggunakan g95 melaluai command prompt seperti pada artikel-artikel saya sebelumnya.
cara yang lain adalah menggunkan aplikasi PLATO IDE atau juga bisa menggunkan FTN95
Aplikasi tersebut dapat membuat program-program fortran layaknya menggunakan visual studio sehingga memudahkan kita untuk membuat sebuah aplikasi. berikut adalah tampilan dari plato:


Plato Features

    * Integrated Development Environment for FTN95
    * Syntax highlighting for Fortran, C++, C#, HTML and Assembler
    * Unlimited undo
    * Same look and feel as Microsoft Visual Studio
    * Project managment for FTN95 compatible with Visual Studio
    * Compile and track compilation errors; build and run from the IDE
    * Integrated help facilities
    * Multiple views of source code
    * Outlining/folding of source code
    * Docking dialogs and toolbars
    * Macro record and playback
    * Named/Unnamed bookmarks
    * File diff tool
    * Spell checking



BelajarKapal.blogspot.com
READ MORE - Cara Mudah Mengcompile dan mengedit Program Fortran dengan PLATO IDE

Rabu, 27 Oktober 2010

Uji Model Kapal Sebagai Cara Untuk Mengetahui Besarnya Hambatan Kapal

      Dalam proses perencanaan suatu kapal, faktor utama yang paling penting adalah besarnya
harga hambatan kapal yang nantinya berpengaruh terhadap proses pembuatan kapal
selanjutnya.
Seperti halnya dalam pemilihan daya mesin kapal yang sesuai dengan kebutuhan kapal. Hambatan
kapal yang kecil akan berpengaruh terhadap efisiensi daya mesin kapal dan penghematan konsumsi
bahan bakar. Hambatan kapal sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti, ukuran kapal, bentuk
badan kapal dan kecepatan yang diinginkan.
      Pada jenis kapal cepat, kapal akan mengalami perubahan besarnya nilai hambatan kapal
seiring dengan peningkatan kecepatan kapal. Karakteristik lainnnya adalah luasan permukaan basah
kapal atau WSA (wetted surface area) yang berubah sepanjang peningkatan kecepatan kapal. Hal
ini disebabkan oleh timbulnya gaya angkat pada kapal yang mengakibatkan perubahan WSA pada
kapal. Pada awal perhitungan dan pada setiap pengujian model kapal, harga luasan permukaan
basah kapal, selalu bernilai tetap. Hal itu ditunjukkan melalui perhitungan luas permukaan basah
kapal yang memiliki nilai output yang tetap sejak perhitungan awal perancangan kapal. Hal ini
mendasari penelitian tugas akhir ini tentang kemungkinan adanya perubahan luas permukaan basah
tersebut. Sehingga akan diketahui apakah perubahan dari nilai luas permukaan basah sesuai akan
berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan hambatan kapal.
Untuk mengetahui seberapa besar perubahan luasan permukaan basah kapal terhadap serta
pengaruhnya terhadap nilai hambatan kapal maka dilakukan analisa terhadap luasan permukaan
basah dengan menggunakan metode tertentu.
        Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengambilan gambar dengan digital
camera dan video recorder
, pada luasan permukaan basah model kapal dengan melakukan berbagai
macam variasi, yaitu dengan perubahan kecepatan dan bentuk model kapal. Dalam penelitian
tersebut objek yang ditangkap kamera adalah bagian luasan permukaan basah pada body model
kapal. Kemudian dilakukan penyusunan data base berupa foto bagian luas permukaan basah kapal
dan dilakukan analisa terhadap perubahan luasan basah kapal dengan melakukan perhitungan.
Teknik yang nantinya digunakan adalah dengan menggunakan digital image processing. Data
dalam bentuk gambar akan diterjemahkan dalam suatu perhitungan skala dengan bantuan software
Matlab 7.0. Setelah melakukan penentuan skala pada foto dan model sesungguhnya maka dapat
dihitung luasan bagian yang basah pada kapal dengan bantuan data lines plan kapal. Sehingga kita
dapat mengetahui karakteristik perubahan WSA pada kapal cepat serta analisa terhadap besarnya
hambatan kapal. Dengan menggunakan metode ini akhirnya diperoleh cara yang lebih cepat dan
akurat dalam menganalisa pengaruh perubahan WSA terhadap hambatan kapal cepat dengan
membandingkan metode yang sudah ada yaitu dengan pengamatan visual secara konvensional.

BelajarKapal.blogspot.com
READ MORE - Uji Model Kapal Sebagai Cara Untuk Mengetahui Besarnya Hambatan Kapal

Senin, 15 Februari 2010

Mooring system pada Kapal

Fungsi mooring pada prinsipnya adalah untuk “mengamankan” posisi kapal agar tetap pada tempatnya. Secara umum, mooring system yang digunakan untuk FSO/FPSO (Floating Production Storage and Offloading) adalah Spread Mooring, Turret Mooring, Tower Mooring, dan Buoy Mooring.
1. Spread Mooring
Boleh dibilang spread mooring adalah cara yang paling sederhana sebagai sarana tambat FSO/FPSO, karena pada system ini tidak memungkinkan bagi kapal untuk bergerak/berputar guna mencapai posisi dimana efek-efek lingkungan semisal angin, arus dan gelombang relative kecil. Namun hal ini akan mengakibatkan beban lingkungan terhadap kapal menjadi semakin besar, yang mana akan mengakibatkan bertambahnya jumlah mooring lines dan atau line tension-nya.
READ MORE - Mooring system pada Kapal

SHOUT AREA

Followers

SEO Stats powered by MyPagerank.Net Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
 

Copyright © 2010 by BELAJAR KAPAL

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger